RESPONS CEPAT LONJAKAN EVAKUASI MEDIS: BKK KELAS I PONTIANAK KAWAL KETAT KEDATANGAN JEMAAH HAJI KLOTER 16
RESPONS CEPAT LONJAKAN EVAKUASI MEDIS: BKK KELAS I PONTIANAK KAWAL KETAT KEDATANGAN JEMAAH HAJI KLOTER 16
Pontianak, 20 Juni 2026 – Memasuki hari ketiga masa kepulangan jemaah haji, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Pontianak kembali memperketat Penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan Kedatangan di Bandara Internasional Supadio Kubu Raya pada Kamis, 19 Juni 2026.
Dalam rangka memastikan keamanan, kesehatan, dan keselamatan jemaah haji yang kembali ke tanah air, Petugas Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Pontianak melaksanakan pengawasan intensif pada kedatangan Jemaah Haji Kloter 16 Provinsi Kalimantan Barat di Bandara Supadio Pontianak pada 19 Juni 2026.
Pada kloter ini, total 431 jemaah haji tiba melalui tiga penerbangan dari Bandara Hang Nadim Batam menuju Bandara Supadio Pontianak, yaitu:
JT 3712 sebanyak 151 jemaah, tiba pukul 09.00 WIB
JT 3714 sebanyak 148 jemaah, tiba pukul 13.16 WIB
JT 3716 sebanyak 132 jemaah, tiba pukul 17.42 WIB
Seluruh jemaah berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat, dengan komposisi:
198 jemaah laki-laki (45,9%)
233 jemaah perempuan (54,1%)
Selain jemaah, terdapat petugas pendamping yang turut serta dalam kloter ini, terdiri dari:
PPIH : 4 orang
PHD : 2 orang
KBIHU : 2 orang
Dalam proses kedatangan, petugas BKK Kelas I Pontianak melaksanakan screening kesehatan secara menyeluruh untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan jemaah. Hasil pengawasan menunjukkan terdapat 16 jemaah yang terdeteksi sakit di Bandara Supadio, namun seluruhnya dinyatakan tidak memerlukan rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan.
Sebagai bentuk respons cepat terhadap lonjakan evakuasi medis, BKK Kelas I Pontianak menyiagakan 5 unit ambulans selama proses kedatangan. Berdasarkan hasil pengawasan:
24 jemaah haji turun dari pesawat yang memerlukan bantuan menggunakan ambulans menuju Asrama Haji
0 jemaah mengalami demam saat proses evakuasi ambulans
0 kasus gawat darurat yang memerlukan tindakan kegawatdaruratan
Seluruh proses evakuasi berjalan aman, cepat, dan terkendali
Setibanya di Asrama Haji, petugas kembali melakukan surveilans kesehatan lanjutan terhadap seluruh jemaah. Hasil pemeriksaan menunjukkan:
Screening suhu: 439 orang
Terdeteksi demam: 0 orang
Kunjungan klinik: 0 orang
Perlu rujukan ke rumah sakit: 0 orang
Selain pengawasan kesehatan jemaah, petugas juga melakukan pemeriksaan faktor risiko pada alat angkut dan lingkungan untuk mencegah potensi penularan penyakit. Hasil pengawasan meliputi :
Disinfeksi bus: 6 bus memenuhi syarat
Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) Asrama Haji: memenuhi syarat
Sampel kimia air vektor: tidak memenuhi syarat
Tidak ditemukan keberadaan lalat, kecoa, maupun tikus
Melalui kegiatan ini, BKK Kelas I Pontianak memastikan seluruh proses kedatangan jemaah haji Kloter 16 berjalan aman, tertib, dan terkendali. Pengawasan ketat serta respons cepat terhadap potensi lonjakan evakuasi medis menjadi bagian dari komitmen BKK dalam menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah risiko kedaruratan kesehatan di pintu masuk negara.
Hasil akhir pengawasan menunjukkan 100% jemaah tidak memerlukan rujukan medis, menandakan kondisi kesehatan jemaah secara umum dalam keadaan baik dan stabil.
Melalui kesiapan penuh ini, BKK Kelas I Pontianak berkomitmen memegang teguh komitmen Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan dalam mewujudkan “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”. Seluruh jemaah diharapkan dapat kembali ke daerah asal dalam kondisi sehat, aman, dan nyaman. (Humas BKK Kelas I Pontianak).