Halo Sobat BKK Pontianak, situasi arus mudik Lebaran pada hari Sabtu tanggal 28 Maret 2026, jumlah penumpang dan alat angkut masih menunjukkan angka yang tinggi. Sehingga BKK Pontianak tetap sigap dan prima dalam memberikan layanan kekarantinaan kesehatan bagi para pelaku perjalanan.
Kegiatan layanan kekarantinaan kesehatan pada hari ini dilakukan di tiga wilayah kerja yaitu, wilayah kerja Pelabuhan Dwikora Pontianak (Pelabuhan Senghie dan Pelabuhan Dwikora), Pelabuhan Ketapang (Pelabuhan Sukabangun dan Bandara Rahadi Oesman), dan wilayah kerja Bandara Supadio).
Di wilayah kerja Bandara Internasional Supadio, sebanyak 41 pesawat datang dan sebanyak 41 pesawat yang berangkat. Pada saat pengawasan di wilayah kerja Pelabuhan Ketapang pengawasan dilakukan di 2 lokasi yaitu Bandara Rahadi Usman Ketapang sebanyak 5 pesawat datang dan 5 pesawat berangkat serta pada Pelabuhan Sukabangun terdapat 1 kapal datang dan 3 kapal berangkat. Pada Pelabuhan Senghie hanya terdapat 1 kapal datang, sementara pada Pelabuhan Dwikora tidak terdapat lalu lintas kapal penumpang.
Jumlah pelaku perjalanan pada arus mudik hari keenam belas ini sebanyak 13.202 orang dengan penumpang datang sebanyak 6.503 orang dan penumpang berangkat sebanyak 6.699 orang. Jumlah penumpang datang di Bandara Internasional Supadio sebanyak 5.833 orang, sedangkan penumpang berangkat sebanyak 5.906 orang. Di Bandara Rahadi Usman Ketapang penumpang datang sebanyak 245 orang, sedangkan penumpang berangkat sebanyak 170 orang. Selain itu, pada Pelabuhan Sukabangun penumpang datang sebanyak 365 orang dan penumpang berangkat sebanyak 623 orang. Kemudian di Pelabuhan Senghie penumpang datang sebanyak 60 orang.
Pelayanan Kesehatan melalui kunjungan klinik tercatat sebanyak 11 orang. Di bandara internasional Supadio, kunjungan klinik sekaligus penerbitan dokumen Surat Keterangan Layak Terbang (SKLT) mencapai 11 orang dan terdapat 1 orang dengan kasus kecelakaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, hanya teridentifikasi penyakit tidak menular yang meliputi 5 kasus Hipertensi, 2 kasus Stroke, 1 kasus Diabetes, 1 kasus Penyakit Jantung, 1 kasus Gastritis, dan 1 kasus Cedera.
Kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan hanya dilakukan di Pelabuhan Sukabangun. Berdasarkan hasil pengukuran aspek suhu, kelembapan, kebisingan, dan pencahayaan, Pelabuhan Sukabangun dinyatakan memenuhi syarat. Namun, pada pemeriksaan kimiawi air bersih dinyatakan tidak memenuhi syarat pada lokasi pemeriksaan. Kemudian pada pemeriksaan keberadaan vektor, tidak ditemukan vektor pada Pelabuhan Sukabangun.
“Mudik Sehat, Lebaran Nyaman Bersama”