Halo Sobat BKK Pontianak, situasi arus balik mudik Lebaran di hari Kamis tanggal 26 Maret 2026 jumlah penumpang dan alat angkut mengalami peningkatan dari hari sebelumnya. Meskipun begitu, BKK Pontianak tetap sigap dan prima dalam memberikan layanan kekarantinaan kesehatan bagi para pelaku perjalanan.
Kegiatan layanan kekarantinaan kesehatan pada hari ini dilakukan di tiga wilayah kerja yaitu, wilayah kerja (Pelabuhan Sukabangun dan wilayah kerja Bandara Supadio).
Di wilayah kerja Bandara Internasional Supadio, sebanyak 37 pesawat datang dan sebanyak 37 pesawat yang berangkat. Pada Pelabuhan Senghie terdapat 1 kapal datang sedangkan di Pelabuhan Dwikora tidak terdapat lalu lintas alat angkut penumpang. Pada saat pengawasan di wilayah kerja Pelabuhan Ketapang pengawasan dilakukan di 2 lokasi yaitu Bandara Rahadi Usman Ketapang sebanyak 5 pesawat datang dan 5 pesawat berangkat serta pada Pelabuhan Sukabangun terdapat 1 kapal datang dan 2 kapal berangkat.
Jumlah pelaku perjalanan pada arus mudik hari kesebelas ini sebanyak 10.828 orang dengan penumpang datang sebanyak 5.338 orang dan penumpang berangkat sebanyak 5.490 orang. Jumlah penumpang datang di Bandara Internasional Supadio sebanyak 5.046 orang, sedangkan penumpang berangkat sebanyak 5.198 orang. Di Bandara Rahadi Usman Ketapang penumpang datang sebanyak 228 orang, sedangkan penumpang berangkat sebanyak 202 orang. Pada Pelabuhan Sukabangun sebanyak 1 orang penumpang datang dan sebanyak 90 orang penumpang berangkat. Kemudian pada Pelabuhan Senghie terdapat 63 orang penumpang berangkat.
Pelayanan Kesehatan melalui kunjungan klinik tercatat sebanyak 11 orang.Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, tidak ditemukan penyakit menular pada pelaku perjalanan, melainkan teridentifikasi penyakit tidak menular yang meliputi 12 kasus, 5 kasus Hipertensi, 2 kasus stroke, 2 kasus fraktur, 1 kasus diabetes,1 kasus penyakit jantung,1 kasus gagal ginjal kronis. Di Bandara internasional Supadio, 1 orang mendapatkan Cek Kesehatan Gratis (CKG), jumlah kunjungan klinik sekaligus penerbitan dokumen Surat Keterangan Layak Terbang (SKLT) mencapai 10 orang.
Kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan dilakukan di Bandara Supadio dan Pelabuhan Sukabangun. Berdasarkan hasil pengukuran aspek suhu, kebisingan, dan pencahayaan, kedua lokasi tersebut dinyatakan memenuhi syarat, namun aspek kelembaban di Bandara Supadio dan Pelabuhan Sukabangun ditemukan tidak memenuhi syarat. Sementara itu, pemeriksaan kimiawi air bersih di kedua lokasi tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat, meski parameter pH berada dalam batas normal. Di sisi lain, hasil pengamatan biologi menunjukkan kondisi yang baik karena tidak ditemukan keberadaan vektor lalat, kecoa, maupun jentik DBD di seluruh lokasi pemeriksaan.
“Mudik Sehat, Lebaran Nyaman Bersama”