Halo Sobat BKK Pontianak, situasi arus mudik Lebaran pada hari Minggu tanggal 30 Maret 2026, jumlah penumpang dan alat angkut masih menunjukkan angka yang tinggi. Sehingga BKK Pontianak tetap sigap dan prima dalam memberikan layanan kekarantinaan kesehatan bagi para pelaku perjalanan.
Kegiatan layanan kekarantinaan kesehatan pada hari ini dilakukan di tiga wilayah kerja yaitu, wilayah kerja Pelabuhan Dwikora Pontianak (Pelabuhan Senghie dan Pelabuhan Dwikora), Pelabuhan Ketapang (Pelabuhan Sukabangun dan Bandara Rahadi Oesman), dan wilayah kerja Bandara Supadio).
Di wilayah kerja Bandara Internasional Supadio, sebanyak 38 pesawat datang dan sebanyak 35 pesawat yang berangkat. Pada saat pengawasan di wilayah kerja Pelabuhan Ketapang pengawasan dilakukan di 2 lokasi yaitu Bandara Rahadi Usman Ketapang sebanyak 6 pesawat datang dan 6 pesawat berangkat serta pada Pelabuhan Sukabangun terdapat 1 kapal berangkat. Pada Pelabuhan Senghie tidak terdapat lalu lintas kapal penumpang.Pada Pelabuhan Dwikora terdapat 1 kapal datang, 1 kapal berangkat.
Jumlah pelaku perjalanan pada arus mudik hari ketujuh belas ini sebanyak 12.155 orang dengan penumpang datang sebanyak 6.054 orang dan penumpang berangkat sebanyak 6.101 orang. Jumlah penumpang datang di Bandara Internasional Supadio sebanyak 4.993 orang, sedangkan penumpang berangkat sebanyak 5.061 orang. Di Bandara Rahadi Usman Ketapang penumpang datang sebanyak 295 orang, sedangkan penumpang berangkat sebanyak 240 orang. Selain itu, pada Pelabuhan Sukabangun penumpang datang sebanyak 766 orang dan penumpang berangkat sebanyak 742 orang. Kemudian Pada Pelabuhan Senghie tidak terdapat lalu lintas kapal penumpang.
Pelayanan Kesehatan melalui kunjungan klinik tercatat sebanyak 9 orang. Di bandara internasional Supadio, kunjungan klinik sekaligus penerbitan dokumen Surat Keterangan Layak Terbang (SKLT) mencapai 4 orang. Surat Keterangan Tidak Layak Terbang(SKTLT).Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, teridentifikasi penyakit tidak menular yang meliputi 9 kasus. 4 kasus Hipertensi, 2 kasus Stroke, 2 kasus Diabetes, 1 kasus Penyakit Jantung.
Kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan hanya dilakukan Bandara Supadio, Pelabuhan Dwikora, Pelabuhan Suka Bangun. Berdasarkan hasil pengukuran aspek suhu, kelembapan, kebisingan, dan pencahayaan, Pelabuhan Sukabangun dinyatakan memenuhi syarat. Namun, pada pemeriksaan kimiawi air bersih dinyatakan tidak memenuhi syarat pada lokasi pemeriksaan. Kemudian pada pemeriksaan keberadaan vektor, ditemukan ada vektor vektor pada Pelabuhan Senghie.
“Mudik Sehat, Lebaran Nyaman Bersama”