Halo Sobat BKK Pontianak, situasi arus balik mudik Lebaran di hari Rabu tanggal 25 Maret 2026 jumlah penumpang dan alat angkut mengalami peningkatan dari hari sebelumnya. Meskipun begitu, BKK Pontianak tetap sigap dan prima dalam memberikan layanan kekarantinaan kesehatan bagi para pelaku perjalanan.
Kegiatan layanan kekarantinaan kesehatan pada hari ini dilakukan di tiga wilayah kerja yaitu, wilayah kerja Pelabuhan Dwikora Pontianak (Pelabuhan Senghie dan Pelabuhan Dwikora), Pelabuhan Ketapang (Pelabuhan Sukabangun dan Bandara Rahadi Oesman), dan wilayah kerja Bandara Supadio).
Di wilayah kerja Bandara Internasional Supadio, sebanyak 38 pesawat datang dan sebanyak 39 pesawat yang berangkat. Pada saat pengawasan di wilayah kerja Pelabuhan Ketapang pengawasan dilakukan di 2 lokasi yaitu Bandara Rahadi Usman Ketapang sebanyak 7 pesawat datang dan 7 pesawat berangkat serta pada Pelabuhan Sukabangun terdapat 3 kapal datang dan 2 kapal berangkat. Pada Pelabuhan Senghie terdapat 1 kapal berangkat sedangkan di Pelabuhan Dwikora tidak terdapat lalu lintas alat angkut penumpang.
Jumlah pelaku perjalanan pada arus mudik hari kesebelas ini sebanyak 11.438 orang dengan penumpang datang sebanyak 5.456 orang dan penumpang berangkat sebanyak 5.982 orang. Jumlah penumpang datang di Bandara Internasional Supadio sebanyak 5.040 orang, sedangkan penumpang berangkat sebanyak 5.447 orang. Di Bandara Rahadi Usman Ketapang penumpang datang sebanyak 319 orang, sedangkan penumpang berangkat sebanyak 336 orang. Pada Pelabuhan Sukabangun sebanyak 97 orang penumpang datang dan sebanyak 141 orang penumpang berangkat. Kemudian pada Pelabuhan Senghie terdapat 58 orang penumpang berangkat.
Pelayanan Kesehatan melalui kunjungan klinik tercatat sebanyak 21 orang. Di bandara internasional Supadio, terdapat 1 kasus kecelakaan dan 1 orang mendapatkan Cek Kesehatan Gratis (CKG), jumlah kunjungan klinik sekaligus penerbitan dokumen Surat Keterangan Layak Terbang (SKLT) mencapai 9 orang. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, tidak ditemukan penyakit menular pada pelaku perjalanan, melainkan teridentifikasi penyakit tidak menular yang meliputi 7 kasus Hipertensi, 3 kasus Stroke, 2 kasus Diabetes, 1 kasus vulnus. Di Pelabuhan Senghie sebanyak 11 orang mendapatkan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan dilakukan di Bandara Supadio, Pelabuhan Senghie dan Pelabuhan Sukabangun. Berdasarkan hasil pengukuran aspek suhu, kebisingan, dan pencahayaan, ketiga lokasi tersebut dinyatakan memenuhi syarat, namun aspek kelembaban di Bandara Supadio dan Pelabuhan Senghie ditemukan tidak memenuhi syarat. Sementara itu, pemeriksaan kimiawi air bersih di ketiga lokasi tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat, meski parameter pH berada dalam batas normal. Di sisi lain, hasil pengamatan biologi menunjukkan kondisi yang baik karena tidak ditemukan keberadaan vektor lalat, kecoa, maupun jentik DBD di seluruh lokasi pemeriksaan.
“Mudik Sehat, Lebaran Nyaman Bersama”