Halo Sobat BKK Pontianak, situasi arus mudik Lebaran di hari kesebelas Senin tanggal 23 Maret 2026 jumlah penumpang dan alat angkut mengalami penurunan dari hari sebelumnya. Meskipun begitu, BKK Pontianak tetap sigap dan prima dalam memberikan layanan kekarantinaan kesehatan bagi para pelaku perjalanan.
Kegiatan layanan kekarantinaan kesehatan pada hari ini dilakukan di tiga wilayah kerja yaitu, wilayah kerja Pelabuhan Dwikora Pontianak (Pelabuhan Senghie dan Pelabuhan Dwikora), Pelabuhan Ketapang (Pelabuhan Sukabangun dan Bandara Rahadi Oesman), dan wilayah kerja Bandara Supadio).
Di wilayah kerja Bandara Internasional Supadio, sebanyak 32 pesawat datang dan sebanyak 32 pesawat yang berangkat. Pada saat pengawasan di wilayah kerja Pelabuhan Ketapang pengawasan dilakukan di 2 lokasi yaitu Bandara Rahadi Usman Ketapang sebanyak 4 pesawat datang dan 4 pesawat berangkat serta pada Pelabuhan Sukabangun tidak terdapat aktivitas lalu lintas penumpang. Pada Pelabuhan Dwikora terdapat kedatangan 2 kapal penumpang dan 2 keberangkatan kapal penumpang sementara di Pelabuhan Senghie tidak terdapat aktivitas lalu lintas penumpang.
Jumlah pelaku perjalanan pada arus mudik hari kesebelas ini sebanyak 10.096 orang dengan penumpang datang sebanyak 4.970 orang dan penumpang berangkat sebanyak 5.126 orang. Jumlah penumpang datang di Bandara Internasional Supadio sebanyak 4.663 orang, sedangkan penumpang berangkat sebanyak 4.520 orang. Di Bandara Rahadi Usman Ketapang penumpang datang sebanyak 184 orang, sedangkan penumpang berangkat sebanyak 228 orang. Kemudian di Pelabuhan Dwikora sebanyak 123 orang penumpang datang dan sebanyak 378 orang penumpang berangkat.
Pelayanan Kesehatan melalui kunjungan klinik tercatat sebanyak 14 orang. Di bandara internasional Supadio, kunjungan klinik sekaligus penerbitan dokumen Surat Keterangan Layak Terbang (SKLT) mencapai 11 orang. Sementara itu, di Pelabuhan Dwikora sebanyak 3 orang mendapatkan Cek Kesehatan Gratis. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, ditemukan penyakit menular pada pelaku perjalanan, yaitu 1 kasus Diare. Selain itu, juga teridentifikasi penyakit tidak menular yang meliputi 2 kasus Hipertensi, 3 kasus Fraktur, serta 3 Kasus NMO.
Kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan hanya dilakukan di Pelabuhan Dwikora. Berdasarkan hasil pengukuran aspek suhu, kelembapan, kebisingan, dan pencahayaan, Pelabuhan Dwikora dinyatakan memenuhi syarat. Namun pada pemeriksaan kimiawi air bersih dinyatakan tidak memenuhi syarat. Selain itu, juga tidak ditemukan keberadaan vektor pada lokasi pemeriksaan.
“Mudik Sehat, Lebaran Nyaman Bersama”