Halo Sobat BKK Pontianak, situasi arus mudik Lebaran pada hari Minggu tanggal 29 Maret 2026, jumlah penumpang dan alat angkut masih menunjukkan angka yang tinggi. Sehingga BKK Pontianak tetap sigap dan prima dalam memberikan layanan kekarantinaan kesehatan bagi para pelaku perjalanan.
Kegiatan layanan kekarantinaan kesehatan pada hari ini dilakukan di tiga wilayah kerja yaitu, wilayah kerja Pelabuhan Dwikora Pontianak (Pelabuhan Senghie dan Pelabuhan Dwikora), Pelabuhan Ketapang (Pelabuhan Sukabangun dan Bandara Rahadi Oesman), dan wilayah kerja Bandara Supadio).
Di wilayah kerja Bandara Internasional Supadio, sebanyak 41 pesawat datang dan sebanyak 42 pesawat yang berangkat. Pada saat pengawasan di wilayah kerja Pelabuhan Ketapang pengawasan dilakukan di 2 lokasi yaitu Bandara Rahadi Usman Ketapang sebanyak 7 pesawat datang dan 7 pesawat berangkat serta pada Pelabuhan Sukabangun terdapat 3 kapal datang dan 2 kapal berangkat. Pada Pelabuhan Senghie hanya terdapat 1 kapal berangkat, sementara pada Pelabuhan Dwikora tidak terdapat lalu lintas kapal penumpang.
Jumlah pelaku perjalanan pada arus mudik hari ketujuh belas ini sebanyak 12.952 orang dengan penumpang datang sebanyak 6.617 orang dan penumpang berangkat sebanyak 6.335 orang. Jumlah penumpang datang di Bandara Internasional Supadio sebanyak 5.987 orang, sedangkan penumpang berangkat sebanyak 5.875 orang. Di Bandara Rahadi Usman Ketapang penumpang datang sebanyak 245 orang, sedangkan penumpang berangkat sebanyak 170 orang. Selain itu, pada Pelabuhan Sukabangun penumpang datang sebanyak 198 orang dan penumpang berangkat sebanyak 53 orang. Kemudian di Pelabuhan Senghie penumpang berangkat sebanyak 57 orang.
Pelayanan Kesehatan melalui kunjungan klinik tercatat sebanyak 10 orang. Di bandara internasional Supadio, kunjungan klinik sekaligus penerbitan dokumen Surat Keterangan Layak Terbang (SKLT) mencapai 7 orang. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, teridentifikasi penyakit tidak menular yang meliputi 9 kasus. 4 kasus Hipertensi, 2 kasus LBP, 1 kasus Appendsitis, 1 kasus osteoporosis, 1 kasus tumor. 1 kasus teridentifikasi penyakit menular ,1 kasus GEA
Kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan hanya dilakukan Bandara Supadio, Pelabuhan Senghie, Pelabuhan Suka Bangun. Berdasarkan hasil pengukuran aspek suhu, kelembapan, kebisingan, dan pencahayaan, Pelabuhan Sukabangun dinyatakan memenuhi syarat. Namun, pada pemeriksaan kimiawi air bersih dinyatakan tidak memenuhi syarat pada lokasi pemeriksaan. Kemudian pada pemeriksaan keberadaan vektor, ditemukan ada vektor vektor pada Pelabuhan Senghie.
“Mudik Sehat, Lebaran Nyaman Bersama”