Halo Sobat BKK Pontianak, situasi arus mudik nataru pada hari kesembilan belas tanggal 4 Januari 2026 yang dilaksanakan di tiga wilayah kerja yaitu wilayah kerja Bandara Supadio, Pelabuhan Dwikora, dan Pelabuhan Ketapang secara keseluruhan jumlah penumpang dan alat angkut mengalami kenaikan dari hari sebelumnya.
Pada pengawasan alat angkut, hasil pemantauan tercatat sebanyak 47 alat angkut datang dan 44 alat angkut berangkat, yang terdiri dari 87 pesawat udara dan 4 kapal laut. Aktivitas tertinggi terjadi di Bandara Supadio, dengan 38 pesawat datang dan 37 pesawat berangkat. Di wilayah kerja Pelabuhan Ketapang, dilaporkan sebanyak 6 pesawat datang dan 6 pesawat berangkat di Bandara Rahadi Usman, serta 1 kapal datang dan 1 kapal berangkat di Pelabuhan Sukabangun, sedangkan di wilayah kerja Pelabuhan Dwikora dilaporkan sebanyak 2 kapal datang.
Jumlah total penumpang datang sebanyak 6.352 orang dan penumpang berangkat sebanyak 5.755 orang. Bandara Supadio masih menjadi pintu masuk dengan jumlah penumpang terbanyak, diikuti oleh Pelabuhan Dwikora dan Pelabuhan Ketapang. Jumlah penumpang datang dan berangkat mengalami kenaikan dari laporan sebelumnya. Kenaikan angka penumpang datang dan berangkat ini dipicu oleh berakhirnya periode Nataru. Selain itu, BKK Pontianak tentunya terus waspada terhadap kemungkinan adanya peningkatan risiko potensi penyebaran penyakit menular atau gangguan kesehatan lainnya selama periode Nataru.
Pelayanan kesehatan pada situs Nataru hari kesembilan belas ini telah diberikan kepada 12 orang penumpang. Di Bandara Supadio, dilaporkan 9 kunjungan klinik yang mendapatkan pelayanan penerbitan dokumen Surat Keterangan Layak Terbang (SKLT) dan 1 kunjungan klinik yang mendapatkan penerbitan Tidak Laik Terbang. Hasil laporan tercatat sebanyak 2 orang mendapatkan pelayanan CKG di wilayah kerja Ketapang.
Hasil pengawasan harian penyakit di Klinik Posko Nataru, tidak ditemukan kasus penyakit menular pada penumpang. Namun ditemukan penyakit tidak menular (PTM) sejumlah 3 orang kasus hipertensi, 1 orang kasus stroke, 1 orang kasus diabetes melitus, 1 orang kasus HNP, 1 orang kasus myalgia, 1 orang kasus psikosis, dan 1 orang kasus abortus. Hasil pengawasan ini mengindikasikan bahwa pada masa Nataru, keluhan kesehatan penumpang lebih banyak disebabkan oleh penyakit tidak menular. Kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Pintu Masuk dilakukan di Bandara Rahadi Usman dan Pelabuhan Sukabangun. Pemeriksaan sampel makanan kali ini tidak dilakukan pada semua wilayah kerja. Didapatkan hasil tidak memenuhi syarat pada pemeriksaan air di seluruh lokasi pemeriksaan. Hasil pengukuran suhu, kebisingan, kelembaban, dan pencahayaan di seluruh lokasi telah memenuhi syarat. Pada hasil pemeriksaan keberadaan vektor, tidak ditemukan keberadaan vektor diseluruh lokasi pemeriksaan.
Sadar kesehatan kunci utama jadikan momen nataru berkesan. Pulang dan kembali dengan sehat dan selamat.
“Mudik Sehat, Hati Tenang, Pulang Senang”