Halo Sobat BKK Pontianak, situasi arus mudik nataru pada hari kesebelas tanggal 27 Desember 2025 yang dilaksanakan di tiga wilayah kerja yaitu wilayah kerja Bandara Supadio, Pelabuhan Dwikora, dan Pelabuhan Ketapang, secara keseluruhan jumlah penumpang dan alat angkut mengalami penurunan jumlah dari hari sebelumnya.
Pada pengawasan alat angkut, hasil pemantauan tercatat sebanyak 62 alat angkut datang dan berangkat, yang terdiri dari 60 pesawat udara dan 2 kapal laut. Aktivitas tertinggi terjadi di Bandara Supadio, dengan 26 pesawat datang dan 26 pesawat berangkat. Di wilayah kerja Pelabuhan Ketapang, dilaporkan sebanyak 4 pesawat datang dan 4 pesawat berangkat di Bandara Rahadi Usman, serta 1 kapal datang di Pelabuhan Sukabangun. Di wilayah kerja Pelabuhan Dwikora dilaporkan sebanyak 1 kapal berangkat.
Jumlah total penumpang datang sebanyak 3.535 orang dan penumpang berangkat sebanyak 3.746 orang. Bandara Supadio menjadi pintu masuk dengan jumlah penumpang terbanyak, diikuti oleh Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Dwikora. Jumlah ini mengalami penurunan dari laporan sebelumnya, namun BKK Pontianak tetap waspada terhadap adanya peningkatan risiko potensi penyebaran penyakit menular selama periode Nataru.
Pelayanan kesehatan pada situs Nataru hari kesebelas ini telah diberikan kepada 18 orang penumpang. Di Bandara Supadio, dilaporkan 7 kunjungan klinik yang mendapatkan pelayanan penerbitan dokumen Surat Keterangan Layak Terbang (SKLT) dan 1 kunjungan klinik yang mendapatkan penerbitan Tidak Laik Terbang (TLT). Hasil laporan tercatat sebanyak 10 orang mendapatkan pelayanan CKG dan terdapat 1 kasus observasi klinik yang merupakan kasus hipertensi urgensi.
Hasil pengawasan harian penyakit di Klinik Posko Nataru, tidak ditemukan kasus penyakit menular pada penumpang. Namun ditemukan penyakit tidak menular (PTM) sejumlah 9 kasus hipertensi, 2 kasus penyakit jantung, 2 kasus penyakit ortopedi, 1 kasus penyakit bedah, 1 kasus penyakit psikiatri, dan 1 kasus diabetes melitus. Hasil pengawasan ini mengindikasikan bahwa pada masa Nataru, keluhan kesehatan penumpang lebih banyak disebabkan oleh penyakit tidak menular. Kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Pintu Masuk dilakukan di Bandara Rahadi Usman, Pelabuhan Senghie, Pelabuhan Sukabangun, dan Bandara Supadio. Pemeriksaan sampel makanan kali ini dilakukan di bandara Supadio dengan hasil negatif borak dan negatif formalin. Hasil tidak memenuhi syarat pada pemeriksaan air di seluruh lokasi pemeriksaan. Hasil pengukuran suhu, pencahayaan, dan kebisingan di seluruh lokasi memenuhi syarat. Hasil pemeriksaan kelembaban dua lokasi memenuhi syarat dan dua lokasi lainnya tidak memenuhi syarat. Pada hasil pemeriksaan keberadaan vektor, ditemukan keberadaan vektor lalat di Pelabuhan Senghie.
Selama liburan Nataru, kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci utama agar perjalanan tetap sehat dan selamat hingga tujuan. BKK Pontianak tentunya terus berperan aktif untuk kesiapsiagaan layanan kesehatan pada momentum liburan Nataru ini yang diharapkan dapat berlangsung dengan lancar, aman dan nyaman.
“Mudik Sehat, Hati Tenang, Pulang Senang”