Halo Sobat BKK Pontianak, situasi arus mudik nataru pada hari kedua puluh tanggal 5 Januari 2026 yang dilaksanakan di tiga wilayah kerja yaitu wilayah kerja Bandara Supadio, Pelabuhan Dwikora, dan Pelabuhan Ketapang secara keseluruhan jumlah penumpang dan alat angkut mengalami penurunan dari hari sebelumnya.
Pada pengawasan alat angkut, hasil pemantauan tercatat sebanyak 44 alat angkut datang dan 45 alat angkut berangkat, yang terdiri dari 86 pesawat udara dan 3 kapal laut. Aktivitas tertinggi terjadi di Bandara Supadio, dengan 37 pesawat datang dan 37 pesawat berangkat. Di wilayah kerja Pelabuhan Ketapang, dilaporkan sebanyak 6 pesawat datang dan 6 pesawat berangkat di Bandara Rahadi Usman, serta 1 kapal datang di Pelabuhan Sukabangun, sedangkan di wilayah kerja Pelabuhan Dwikora dilaporkan sebanyak 2 kapal berangkat.
Jumlah total penumpang datang sebanyak 5.649 orang dan penumpang berangkat sebanyak 4.773 orang. Bandara Supadio masih menjadi pintu masuk dengan jumlah penumpang terbanyak, diikuti oleh Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Dwikora. Jumlah penumpang datang dan berangkat mengalami penurunan dari laporan sebelumnya. Namun, kita tetap harus terus waspada terhadap kemungkinan adanya peningkatan risiko potensi penyebaran penyakit menular atau gangguan kesehatan lainnya selama periode Nataru.
Pelayanan kesehatan pada situs Nataru hari kedua puluh ini telah diberikan kepada 14 orang penumpang. Di Bandara Supadio, dilaporkan 10 kunjungan klinik yang mendapatkan pelayanan penerbitan dokumen Surat Keterangan Layak Terbang (SKLT). Hasil laporan tercatat sebanyak 4 orang mendapatkan pelayanan CKG di wilayah kerja Ketapang.
Hasil pengawasan harian penyakit di Klinik Posko Nataru, tidak ditemukan kasus penyakit menular pada penumpang. Namun ditemukan penyakit tidak menular (PTM) sejumlah 5 orang kasus hipertensi, 1 orang kasus stroke, 1 orang kasus diabetes melitus, 1 orang kasus HNP, 1 orang kasus fraktur, 1 orang kasus endometritis, 1 orang kasus vulnus, dan 1 orang kasus penyakit jantung. Hasil pengawasan ini mengindikasikan bahwa pada masa Nataru, keluhan kesehatan penumpang lebih banyak disebabkan oleh penyakit tidak menular. Kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Pintu Masuk dilakukan di Bandara Supadio dan Pelabuhan Dwikora. Pemeriksaan sampel makanan kali ini tidak dilakukan pada semua wilayah kerja. Didapatkan hasil tidak memenuhi syarat pada pemeriksaan air di seluruh lokasi pemeriksaan. Hasil pengukuran suhu, kebisingan, dan pencahayaan di seluruh lokasi telah memenuhi syarat. Namun, pada pemeriksaan kelembaban tidak memenuhi syarat pada kedua lokasi pemeriksaan. Pada hasil pemeriksaan keberadaan vektor, tidak ditemukan keberadaan vektor diseluruh lokasi pemeriksaan.
Sadar kesehatan kunci utama jadikan momen nataru berkesan. Pulang dan kembali dengan sehat dan selamat.
“Mudik Sehat, Hati Tenang, Pulang Senang”