Halo Sobat BKK Pontianak, situasi arus mudik nataru pada hari kesebelas tanggal 28 Desember 2025 yang dilaksanakan di tiga wilayah kerja yaitu wilayah kerja Bandara Supadio, Pelabuhan Dwikora, dan Pelabuhan Ketapang, secara keseluruhan jumlah penumpang dan alat angkut mengalami penurunan jumlah dari hari sebelumnya.
Pada pengawasan alat angkut, hasil pemantauan tercatat sebanyak 38 alat angkut datang dan 39 alat angkut berangkat, yang terdiri dari 75 pesawat udara dan 2 kapal laut. Aktivitas tertinggi terjadi di Bandara Supadio, dengan 32 pesawat datang dan 33 pesawat berangkat. Di wilayah kerja Pelabuhan Ketapang, dilaporkan sebanyak 5 pesawat datang dan 5 pesawat berangkat di Bandara Rahadi Usman, serta 1 kapal berangkat dari Pelabuhan Sukabangun, sedangkan di wilayah kerja Pelabuhan Dwikora dilaporkan sebanyak 1 kapal yang datang.
Jumlah total penumpang datang sebanyak 4.554 orang dan penumpang berangkat sebanyak 4.823 orang. Bandara Supadio menjadi pintu masuk dengan jumlah penumpang terbanyak, diikuti oleh Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Dwikora. Jumlah ini mengalami kenaikan dari laporan sebelumnya, dan BKK Pontianak tetap waspada terhadap adanya peningkatan risiko potensi penyebaran penyakit menular selama periode Nataru.
Pelayanan kesehatan pada situs Nataru hari kedua belas ini telah diberikan kepada 23 orang penumpang. Di Bandara Supadio, dilaporkan 18 kunjungan klinik yang mendapatkan pelayanan penerbitan dokumen Surat Keterangan Layak Terbang (SKLT) dan 0 kunjungan klinik yang mendapatkan penerbitan Tidak Laik Terbang (TLT). Hasil laporan tercatat sebanyak 5 orang mendapatkan pelayanan CKG dan terdapat 1 kasus observasi klinik yang merupakan kasus hipertensi emergensi.
Hasil pengawasan harian penyakit di Klinik Posko Nataru, tidak ditemukan kasus penyakit menular pada penumpang. Namun ditemukan penyakit tidak menular (PTM) sejumlah 3 kasus hipertensi, 3 orang kasus stroke, 2 orang kasus Fraktur, 1 kasus penyakit jantung, 1 kasus penyakit kanker, dan 0 kasus diabetes melitus. Hasil pengawasan ini mengindikasikan bahwa pada masa Nataru, keluhan kesehatan penumpang lebih banyak disebabkan oleh penyakit tidak menular. Kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Pintu Masuk dilakukan di Bandara Rahadi Usman, Pelabuhan Senghie, Pelabuhan Sukabangun, dan Bandara Supadio. Pemeriksaan sampel makanan kali ini dilakukan di bandara Supadio dengan hasil negatif borak dan negatif formalin. Hasil tidak memenuhi syarat pada pemeriksaan air di seluruh lokasi pemeriksaan. Hasil pengukuran suhu, pencahayaan, dan kebisingan di seluruh lokasi memenuhi syarat. Hasil pemeriksaan kelembaban dua lokasi memenuhi syarat dan satu lokasi lainnya tidak memenuhi syarat. Pada hasil pemeriksaan keberadaan vektor, tidak ditemukan keberadaan vektor di Pelabuhan dan Bandara.
Agar perjalanan mudik tetap sehat, aman, dan nyaman, mari kita bersama-sama disiplin menjalankan protokol kesehatan. BKK Pontianak siap mendukung kesiapsiagaan layanan kesehatan selama periode mudik ini, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan dengan tenang. Dengan kesadaran dan partisipasi aktif kita semua, liburan Nataru akan berlangsung lancar, penuh kebahagiaan, dan selamat sampai tujuan.
“Mudik Sehat, Hati Tenang, Pulang Senang”