Halo Sobat BKK Pontianak, situasi arus mudik nataru pada hari ketiga belas tanggal 29 Desember 2025 yang dilaksanakan di tiga wilayah kerja yaitu wilayah kerja Bandara Supadio, Pelabuhan Dwikora, dan Pelabuhan Ketapang, secara keseluruhan jumlah penumpang dan alat angkut mengalami penurunan jumlah dari hari sebelumnya.
Pada pengawasan alat angkut, hasil pemantauan tercatat sebanyak 38 alat angkut datang dan 37 alat angkut berangkat, yang terdiri dari 72 pesawat udara dan 3 kapal laut. Aktivitas tertinggi terjadi di Bandara Supadio, dengan 31 pesawat datang dan 31 pesawat berangkat. Di wilayah kerja Pelabuhan Ketapang, dilaporkan sebanyak 5 pesawat datang dan 5 pesawat berangkat di Bandara Rahadi Usman, serta 1 kapal berangkat dari Pelabuhan Sukabangun, sedangkan di wilayah kerja Pelabuhan Dwikora dilaporkan sebanyak 1 kapal yang datang.
Jumlah total penumpang datang sebanyak 4.012 orang dan penumpang berangkat sebanyak 3.781 orang. Bandara Supadio menjadi pintu masuk dengan jumlah penumpang terbanyak, diikuti oleh Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Dwikora.Jumlah ini mengalami penurunan dari laporan sebelumnya, namun BKK Pontianak tetap waspada terhadap adanya peningkatan risiko potensi penyebaran penyakit menular selama periode Nataru.
Pelayanan kesehatan pada situs Nataru hari ketiga belas ini telah diberikan 29 kepada orang penumpang. Di Bandara Supadio, dilaporkan 11 kunjungan klinik yang mendapatkan pelayanan penerbitan dokumen Surat Keterangan Layak Terbang (SKLT) dan 1 orang diberikan rawat jalan. Hasil laporan tercatat sebanyak 16 orang mendapatkan pelayanan CKG.
Hasil pengawasan harian penyakit di Klinik Posko Nataru, tidak ditemukan kasus penyakit menular pada penumpang. Namun ditemukan penyakit tidak menular (PTM) sejumlah 17 kasus hipertensi, 3 orang kasus diabetes mellitus, 2 orang kasus stroke, 1 orang kasus dislokasi, 1 orang kasus penyakit arthrosis, 1 orang kanker dan 1 orang penyakit ginjal dan ditemukan penyakit menular (PM) berjumlah 1 orang kasus ISPA,0 kasus diare akut,0 orang kasus ILI dan 0 orang kasus keracunan pangan. Hasil pengawasan ini mengindikasikan bahwa pada masa Nataru, keluhan kesehatan penumpang lebih banyak disebabkan oleh penyakit tidak menular. Kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Pintu Masuk dilakukan di Bandara Rahadi Usman, Pelabuhan Sukabangun, dan Bandara Supadio. Pemeriksaan sampel makanan kali ini dilakukan di bandara Supadio dengan hasil negatif borak dan negatif formalin. Didapatkan hasil tidak memenuhi syarat pada pemeriksaan air di seluruh lokasi pemeriksaan. Hasil pengukuran suhu, pencahayaan, dan kebisingan di seluruh lokasi memenuhi syarat. Hasil pemeriksaan kelembaban dua lokasi memenuhi syarat dan satu lokasi lainnya tidak memenuhi syarat. Pada hasil pemeriksaan keberadaan vektor, tidak ditemukan keberadaan vektor di Pelabuhan dan Bandara.
Saat melakukan perjalanan mudik nataru, pentingnya untuk tetap disiplin protokol kesehatan dengan cara memakai masker ,mencuci tangan, istirahat yang cukup,serta disiplin dalam mengonsumsi obat-obatan rutin. agar dapat menikmati liburan dengan nyaman dan tenang selamat sampai tujuan.
“Mudik Sehat, Hati Tenang, Pulang Senang”