Halo Sobat BKK Pontianak, situasi arus mudik nataru pada hari kelima belas tanggal 31 Desember 2025 yang dilaksanakan di tiga wilayah kerja yaitu wilayah kerja Bandara Supadio, Pelabuhan Dwikora, dan Pelabuhan Ketapang, secara keseluruhan jumlah penumpang dan alat angkut mengalami penurunan jumlah dari hari sebelumnya.
Pada pengawasan alat angkut, hasil pemantauan tercatat sebanyak 30 alat angkut datang dan 30 alat angkut berangkat, yang terdiri dari 58 pesawat udara dan 2 kapal laut. Aktivitas tertinggi terjadi di Bandara Supadio, dengan 26 pesawat datang dan 26 pesawat berangkat. Di wilayah kerja Pelabuhan Ketapang, dilaporkan sebanyak 3 pesawat datang dan 3 pesawat berangkat di Bandara Rahadi Usman, serta 2 kapal berangkat dari Pelabuhan Sukabangun, sedangkan di wilayah kerja Pelabuhan Dwikora dilaporkan sebanyak 1 kapal yang datang.
Jumlah total penumpang datang sebanyak 3.695 orang dan penumpang berangkat sebanyak 3.520 orang. Bandara Supadio menjadi pintu masuk dengan jumlah penumpang terbanyak, diikuti oleh Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Dwikora. Jumlah penumpang datang dan berangkat pada tanggal 31 Desember 2025 mengalami penurunan dari laporan sebelumnya. Meskipun terdapat penurunan, BKK Pontianak tetap mewaspadai terhadap kemungkinan adanya peningkatan risiko potensi penyebaran penyakit menular atau gangguan kesehatan lainnya selama periode Nataru.
Pelayanan kesehatan pada situs Nataru hari kelimabelas ini telah diberikan 19 kepada orang penumpang. Di Bandara Supadio, dilaporkan 6 kunjungan klinik yang mendapatkan pelayanan penerbitan dokumen Surat Keterangan Layak Terbang (SKLT),1 orang dilaporkan tidak layak terbang dan 1 orang diberikan pelayanan kegawatdaruratan medik. Hasil laporan tercatat sebanyak 12 orang mendapatkan pelayanan CKG.
Hasil pengawasan harian penyakit di Klinik Posko Nataru,ditemukan kasus penyakit menular pada penumpang. Namun ditemukan penyakit tidak menular (PTM) sejumlah 9 kasus hipertensi, 5 orang kasus dislokasi, dan ditemukan penyakit menular (PM) berjumlah 1 orang kasus tifoid toksik dan 1 orang dalam observasi.Hasil pengawasan ini mengindikasikan bahwa pada masa Nataru, keluhan kesehatan penumpang lebih banyak disebabkan oleh penyakit tidak menular. Kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Pintu Masuk dilakukan di Bandara Rahadi Usman, Pelabuhan Sukabangun, dan Bandara Supadio. Pemeriksaan sampel makanan kali ini dilakukan di bandara Supadio dengan hasil negatif borak dan negatif formalin. Didapatkan hasil tidak memenuhi syarat pada pemeriksaan air di seluruh lokasi pemeriksaan. Hasil pengukuran suhu, pencahayaan, dan kebisingan di seluruh lokasi memenuhi syarat. Hasil pemeriksaan kelembaban dua lokasi memenuhi syarat dan satu lokasi lainnya tidak memenuhi syarat. Pada hasil pemeriksaan keberadaan vektor, tidak ditemukan keberadaan vektor di Pelabuhan dan Bandara.
Momen mudik Nataru merupakan paling ditunggu untuk berkumpul dengan orang-orang tersayang untuk kebahagiaan tetap terjaga hingga sampai di rumah, jangan sampai kita lengah dalam menjaga kesehatan.
“Mudik Sehat, Hati Tenang, Pulang Senang”