Halo Sobat BKK Pontianak, situasi arus mudik nataru pada hari keenam belas tanggal 1 Januari 2026 yang dilaksanakan di tiga wilayah kerja yaitu wilayah kerja Bandara Supadio, Pelabuhan Dwikora, dan Pelabuhan Ketapang, secara keseluruhan jumlah penumpang dan alat angkut mengalami penurunan jumlah dari hari sebelumnya.
Pada pengawasan alat angkut, hasil pemantauan tercatat sebanyak 26 alat angkut datang dan 25 alat angkut berangkat, yang terdiri dari 48 pesawat udara dan 3 kapal laut. Aktivitas tertinggi terjadi di Bandara Supadio, dengan 22 pesawat datang dan 21 pesawat berangkat. Di wilayah kerja Pelabuhan Ketapang, dilaporkan sebanyak 3 pesawat datang dan 2 pesawat berangkat di Bandara Rahadi Usman, serta 0 kapal berangkat dari Pelabuhan Sukabangun, sedangkan di wilayah kerja Pelabuhan Dwikora dilaporkan sebanyak 1 kapal yang datang, dan dilaporkan sebanyak 2 kapal datang
Jumlah total penumpang datang sebanyak 2.840 orang dan penumpang berangkat sebanyak 3.337 orang. Bandara Supadio menjadi pintu masuk dengan jumlah penumpang terbanyak, diikuti oleh Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Dwikora. Jumlah penumpang datang dan berangkat pada tanggal 1 Januari 2026 mengalami penurunan dari laporan sebelumnya. Meskipun terdapat penurunan, BKK Pontianak tetap mewaspadai terhadap kemungkinan adanya peningkatan risiko potensi penyebaran penyakit menular atau gangguan kesehatan lainnya selama periode Nataru.
Pelayanan kesehatan pada situs Nataru hari keenam belas ini telah diberikan 9 kepada orang penumpang. Di Bandara Supadio, dilaporkan 9 kunjungan klinik yang mendapatkan pelayanan penerbitan dokumen Surat Keterangan Layak Terbang (SKLT), 0 orang dilaporkan tidak layak terbang dan 0 orang diberikan pelayanan rawat jalan dan orang diberikan rujukan.Hasil laporan hari keenam belas tidak ada pemeriksaan CKG.
Hasil pengawasan harian penyakit di Klinik Posko Nataru, tidak ditemukan kasus penyakit menular pada penumpang. Namun ditemukan penyakit tidak menular (PTM) sejumlah 3 orang kasus fraktur,1 orang kasus hipertensi,1 orang kasus tumor,1 orang kasus combustio.dan ditemukan penyakit menular (PM) berjumlah 1 orang kasus ISPA. Hasil pengawasan ini mengindikasikan bahwa pada masa Nataru, keluhan kesehatan penumpang lebih banyak disebabkan oleh penyakit tidak menular. Kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Pintu Masuk dilakukan di Bandara Rahadi Usman, Pelabuhan Sukabangun, dan Bandara Supadio. Pemeriksaan sampel makanan kali ini dilakukan di bandara Supadio dengan hasil negatif borak dan negatif formalin. Didapatkan hasil tidak memenuhi syarat pada pemeriksaan air di seluruh lokasi pemeriksaan. Hasil pengukuran suhu, pencahayaan, dan kebisingan di seluruh lokasi memenuhi syarat. Hasil pemeriksaan kelembaban dua lokasi memenuhi syarat dan satu lokasi lainnya tidak memenuhi syarat. Pada hasil pemeriksaan keberadaan vektor, tidak ditemukan keberadaan vektor di Pelabuhan dan Bandara.
Sadar kesehatan kunci utama jadikan momen nataru berkesan. Pulang dengan sehat, kembali selamat.
“Mudik Sehat, Hati Tenang, Pulang Senang”