Halo Sobat BKK Pontianak, situasi arus mudik nataru pada hari ketujuh belas tanggal 2 Januari 2026 yang dilaksanakan di tiga wilayah kerja yaitu wilayah kerja Bandara Supadio, Pelabuhan Dwikora, dan Pelabuhan Ketapang secara keseluruhan jumlah penumpang dan alat angkut mengalami kenaikan dari hari sebelumnya.
Pada pengawasan alat angkut, hasil pemantauan tercatat sebanyak 40 alat angkut datang dan 41 alat angkut berangkat, yang terdiri dari 75 pesawat udara dan 6 kapal laut. Aktivitas tertinggi terjadi di Bandara Supadio, dengan 32 pesawat datang dan 33 pesawat berangkat. Di wilayah kerja Pelabuhan Ketapang, dilaporkan sebanyak 5 pesawat datang dan 5 pesawat berangkat di Bandara Rahadi Usman, serta 1 kapal berangkat dari Pelabuhan Sukabangun, sedangkan di wilayah kerja Pelabuhan Dwikora dilaporkan sebanyak 3 kapal yang datang dan dilaporkan sebanyak 2 kapal berangkat.
Jumlah total penumpang datang sebanyak 5.523 orang dan penumpang berangkat sebanyak 4.793 orang. Bandara Supadio masih menjadi pintu masuk dengan jumlah penumpang terbanyak, diikuti oleh Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Dwikora. Jumlah penumpang datang dan berangkat pada tanggal 2 Januari 2026 mengalami kenaikan dari laporan sebelumnya. Kenaikan ini memicu BKK Pontianak untuk terus waspada terhadap kemungkinan adanya peningkatan risiko potensi penyebaran penyakit menular atau gangguan kesehatan lainnya selama periode Nataru.
Pelayanan kesehatan pada situs Nataru hari ketujuh belas ini telah diberikan 11 kepada orang penumpang. Di Bandara Supadio, dilaporkan 6 kunjungan klinik yang mendapatkan pelayanan penerbitan dokumen Surat Keterangan Layak Terbang (SKLT). Hasil laporan tercatat sebanyak 4 orang mendapatkan pelayanan CKG dan terdapat 1 kasus observasi klinik yang merupakan kasus penyakit jantung.
Hasil pengawasan harian penyakit di Klinik Posko Nataru, tidak ditemukan kasus penyakit menular pada penumpang. Namun ditemukan penyakit tidak menular (PTM) sejumlah 3 orang kasus hipertensi, 2 orang kasus stroke, 1 orang kasus fraktur, 1 orang kasus penyakit jantung, 1 orang kasus diabetes melitus, dan 1 orang kasus gastritis. Hasil pengawasan ini mengindikasikan bahwa pada masa Nataru, keluhan kesehatan penumpang lebih banyak disebabkan oleh penyakit tidak menular. Kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Pintu Masuk dilakukan di Bandara Rahadi Usman, Pelabuhan Sukabangun, Pelabuhan Dwikora, dan Bandara Supadio. Pemeriksaan sampel makanan kali ini tidak dilakukan pada semua wilayah kerja. Didapatkan hasil tidak memenuhi syarat pada pemeriksaan air di seluruh lokasi pemeriksaan. Hasil pengukuran suhu dan kebisingan di seluruh lokasi memenuhi syarat. Namun, pada hasil pemeriksaan pencahayaan pada wilayah kerja Pelabuhan Dwikora tidak memenuhi syarat. Hasil pemeriksaan kelembaban dua lokasi memenuhi syarat dan dua lokasi lainnya tidak memenuhi syarat. Pada hasil pemeriksaan keberadaan vektor, tidak ditemukan keberadaan vektor di seluruh wilayah kerja.
Sadar kesehatan kunci utama jadikan momen nataru berkesan. Pulang dan kemabli dengan sehat dan selamat.
“Mudik Sehat, Hati Tenang, Pulang Senang”