Halo Sobat BKK Pontianak, situasi arus mudik nataru pada hari kedelapan belas tanggal 3 Januari 2026 yang dilaksanakan di tiga wilayah kerja yaitu wilayah kerja Bandara Supadio, Pelabuhan Dwikora, dan Pelabuhan Ketapang secara keseluruhan jumlah penumpang dan alat angkut mengalami kenaikan dari hari sebelumnya.
Pada pengawasan alat angkut, hasil pemantauan tercatat sebanyak 43 alat angkut datang dan 42 alat angkut berangkat, yang terdiri dari 82 pesawat udara dan 3 kapal laut. Aktivitas tertinggi terjadi di Bandara Supadio, dengan 36 pesawat datang dan 36 pesawat berangkat. Di wilayah kerja Pelabuhan Ketapang, dilaporkan sebanyak 5 pesawat datang dan 5 pesawat berangkat di Bandara Rahadi Usman, serta 2 kapal datang dari Pelabuhan Sukabangun, sedangkan di wilayah kerja Pelabuhan Dwikora dilaporkan sebanyak 1 kapal berangkat.
Jumlah total penumpang datang sebanyak 5.514 orang dan penumpang berangkat sebanyak 5.067 orang. Bandara Supadio masih menjadi pintu masuk dengan jumlah penumpang terbanyak, diikuti oleh Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Dwikora. Jumlah penumpang berangkat mengalami kenaikan dari laporan sebelumnya. Kenaikan angka penumpang berangkat mendukung BKK Pontianak untuk terus waspada terhadap kemungkinan adanya peningkatan risiko potensi penyebaran penyakit menular atau gangguan kesehatan lainnya selama periode Nataru.
Pelayanan kesehatan pada situs Nataru hari kedelapan belas ini telah diberikan 14 kepada orang penumpang. Di Bandara Supadio, dilaporkan 13 kunjungan klinik yang mendapatkan pelayanan penerbitan dokumen Surat Keterangan Layak Terbang (SKLT) dan 1 kunjungan klinik yang mendapatkan penerbitan Izin Angkut Orang Sakit (IAOS).
Hasil pengawasan harian penyakit di Klinik Posko Nataru, tidak ditemukan kasus penyakit menular pada penumpang. Namun ditemukan penyakit tidak menular (PTM) sejumlah 8 orang kasus hipertensi, 2 orang kasus stroke, 2 orang kasus fraktur, 1 orang kasus kanker, 1 orang kasus diabetes melitus, 1 orang kasus trauma vertebrae, 1 orang kasus osteoartritis, dan 1 orang kasus vulnus. Hasil pengawasan ini mengindikasikan bahwa pada masa Nataru, keluhan kesehatan penumpang lebih banyak disebabkan oleh penyakit tidak menular. Kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Pintu Masuk dilakukan di Bandara Rahadi Usman, Pelabuhan Sukabangun, Pelabuhan Senghie, dan Bandara Supadio. Pemeriksaan sampel makanan kali ini tidak dilakukan pada semua wilayah kerja. Didapatkan hasil tidak memenuhi syarat pada pemeriksaan air di seluruh lokasi pemeriksaan. Hasil pengukuran suhu, pencahayaan, dan kebisingan di seluruh lokasi memenuhi syarat. Kemudian, hasil pemeriksaan kelembaban dua lokasi memenuhi syarat dan dua lokasi lainnya tidak memenuhi syarat. Pada hasil pemeriksaan keberadaan vektor, ditemukan keberadaan vektor lalat di wilayah kerja Pelabuhan Senghie..
Sadar kesehatan kunci utama jadikan momen nataru berkesan. Pulang dan kembali dengan sehat dan selamat.
“Mudik Sehat, Hati Tenang, Pulang Senang”